Padapekan ini kita akan melihat satu benag emas yang dirajut di seluruh surat Petrus. Yaitu Yesus Kristus. Petrus berbicara mengenai Yesus bukan hanya sebagai Mesias, Kristos, "yang diurapi" tetapi tentang Yesus sebagai Mesias Ilahi. Artinya, kita melihat dalam 1 Petrus lebih banyak bukti akan kodrat Ilahinya Yesus. Dia adalah Allah itu sendiri. Mari kita Tradisimembagi telur Paskah kepada saudara dan keluarga juga tidak ketinggalan. Cara merayakan Paskah setiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang merayakannya dengan teman, sahabat, pacar, dan ada juga yang memilih merayakan dengan keluarga. Bagi Anda yang ingin merayakan Paskah dengan keluarga, beberapa cara berikut mungkin bisa menjadi pilihan. KL1863 TB: 26:1 Maka djadi kapan Jesoes soedah poetoesken segala perkataan ini, jang Toehan berkata sama moeridnja:: Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 26:2 {Mar 16:1; Luk 22:1; Yoh 13:1} Kamoe taoe jang habis doewa hari ini ada Paska, maka Anak-manoesia nanti diserahken sopaja disalibken. "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan Vay Tiền Nhanh. Renungan PagiRabu, 24 Juli 2016PASKAH TERAKHIR“Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?’ Jawab Yesus Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya Pesan Guru waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.’Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah” Matius 2617-19.Yesus sudah bergerak menuju ke salib, sejak Dia pertama kali memberitahu kepada murid-murid-Nya tentang kematian-Nya yang akan datang. Peristiwa-peristiwa sejak masuknya ke Yerusalem penuh kemenangan, mulai mempercepat. Para pemimpin Yahudi telah memutuskan bahwa waktunya telah tiba untuk menghukum mati Dia. Dan Yudas dengan sukarela telah memberi jasanya membantu mereka dalam rencana busuk sudah mendekat. Tetapi Yesus dan para murid-Nya akan makan sajian paskah pada hari Kamis, malam sebelum perjamuan Paskah yang lazim. Dalam kasus Yesus ini suatu keharusan, karena Dia tahu bahwa Dia akan mati pada Jumat malam. Anak domba Paskah akan disembelih di Bait Allah pada Jumat siang, tepat pada waktu Dia juga akan mati. Ketepatan waktu itu penting, karena seperti dikatakan Paulus, Yesus adalah “anak domba Paskah kita [yang] juga telah disembelih” 1 Kor. 57.Kenyataan bahwa Yesus mati di hari Paskah bukan suatu kebetulan. Itu sudah ada di dalam rencana Allah sejak permulaan. Paskah dimulai pada saat keluar dari Mesir. Allah mengadakan itu untuk memperingati di malam umat Israel meloloskan diri, ketika semua anak-anak sulung orang Mesir mati. Setiap keluarga Yahudi diharuskan menyembelih seekor anak domba dan memercikkan darahnya pada ambang pintu sebagai suatu tanda bahwa rumah mereka harus dilewati apabila maut mendadak memasuki rumah-rumah orang Mesir. Percikan darah itu akan menyelamatkan penghuni rumah tersebut. Dan dengan demikian darah anak domba Paskah menyelamatkan umat Allah Kel. 12. Perjanjian Baru memandang Paskah sebagai lambang pekerjaan C. Ryle menjelaskan bahwa “hubungan yang disengaja antara saat Paskah Yahudi dan saat kematian Kristus” adalah penting sekali. “Tidak sekalipun kita dapat meragukan bahwa itu suatu kebetulan, tetapi oleh janji perlindungan Allah, bahwa Tuhan kita disalibkan pada minggu Paskah.... Hal itu dimaksudkan untuk menarik perhatian bangsa Yahudi kepada-Nya sebagai Anak Domba Allah yang benar. Hal itu dimaksudkan menjadi pertanda “penebusan dan penyelamatan dari ikatan dosa, yang akan dibawa Tuhan kita Yesus Kristus.”Paskah yang bersejarah itu adalah titik puncak sejarah penebusan. Misalnya, pohon Natal lengkap dengan ornamennya dan saling memberi hadiah Natal berasal dari tradisi Romawi Kuno. Umat Advent menganggap pohon Natal mewakili berhala, hal yang bertentangan dengan Tuhan Kel 204-5. Yesus Kristus tidak pernah berbuat dosa selama hidupNya dan mengatakan bahwa kita harus menghindari dosa, melakukan hal0hal yang bertentangan dengan keinginan Tuhan Ibr 121-4. Kemudian diperkirakan bahwa Yesus seharusnya lahir 9 bulan sebelum Dia meninggal, yaitu 25 Desember. Umat Kristiani yang lain tetap menganggap Yesus lahir pada tanggal 25 Maret. Sikap tersebut direfleksikan dalam kebiasaan mereka untuk memenuhi standar selera dan kecantikan umat Kristiani berpakaian sederhana, tidak memakai perhiasan, dan menghindari hiburan sekuler seperti konser musik, dansa, dan teater sekuler. Kali ini, kita akan membahas mengapa umat Kristen Advent selanjutnya saya hanya akan menulis Umat Advent tidak merayakan Natal. Seperti yang sudah kita tahu, umat Advent mengadakan kebaktian pada hari Sabtu. Mereka juga vegetarian, tidak makan daging sama sekali. Di bawah ini akan saya rangkum pendapat-pendapat para Pastor Advent sesuai dengan sejarah dan isi Alkitab tentang umat Advent dan Natal sebetulnya mereka tidak merayakan Paskah juga, sebagai berikut 1. Natal dan Pengikut Advent Para penganut Advent tidak pernah menolak hari Natal. Untuk apa menolak Advent tidak merayakan Natal periode waktu saat umat Kristen mengenang kelahiran Sang Juru Selamat? Tapi, karena perayaan Natal tidak diwajibkan dalam Alkitab, umat Advent tidak menganggap mereka harus merayakan Natal. Mereka hanya mengenal satu hari suci/kudus Hari Sabat. Dan umat Advent tetap menguduskan hari Sabat sebagai tanda ketaatan pada Sang Pencipta dan Penebus Dunia. 2. Sejarah Hari Natal Istilah “Christmas” Natal dalam Bahasa Inggris diambil dari Bahasa Inggris kuno “Christmesse”, yang artinya “Christ’s mass” misa Kristus. Dalam Bahasa Latin disebut “Natalis”, dan dalam Bahasa Jerman disebut Weihnachten Malam Kudus. Sejarah perayaan Kristen ini sampai sekarang belum jelas. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa perayaan kelahiran Yesus mulai diobservasi oleh umat Kristiani sejak abad ke-4 Masehi. Beberapa umat Kristiani menghitung tanggal berdasarkan hari kematian Kristus, tepat tanggal 25 Maret. Tapi, penjelasan yang umum adalah hari Natal dikaitkan dengan adat Romawi Kuno tentang Sol Invictus Matahari yang Tak Terkalahkan, lahirnya kembali matahari, yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Hal ini dapat menjelaskan pentingnya cahaya biasanya cahaya lilin selama perayaan kelahiran Yesus, walaupun “cahaya” atau “terang” juga berkaitan dengan Yesus sendiri dalam Alkitab Luk 178, 79. Berdasarkan sejarah tersebut, seringkali disebutkan bahwa umat Kristiani mengambil dan mengadaptasi perayaan pagan penyembah berhala. 3. Natal dan Umat Advent Ada 2 fakta yang diakui umat Advent pertama, mereka tidak tahu mengapa Tuhan, dengan segala kekuasaanNya, memilih untuk tidak meninggalkan catatan hari kelahiran Yesus yang tepat. Kedua, fakta bahwa umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Para pastor Advent merasa mereka tidak dapat mengubah perayaan Natal tersebut, dan tidak ada alasan untuk mengubahnya. Usaha yang dilakukan untuk menolak perayaan ini didasarkan pada tidak adanya bukti dalam Alkitab tentang hari Natal, dan kemungkinan berkaitannya dengan perayaan penyembah berhala. Karena itu, umat Advent merasa hal ini lebih baik dikembalikan kepada hati nurani masing-masing. Walaupun begitu, umat Advent mengakui tidak ada salahnya untuk mengkhususkan satu hari untuk bermeditasi dan merefleksikan kelahiran kembali Sang Penyelamat. Pada hari Natal, mereka bisa saja merenungkan misteri kelahiran Tuhan, dimana Anak Tuhan menjadi daging Yoh 114. Sang Pencipta menjadi seorang manusia untuk menyelamatkan kita dari kekuatan dosa dan kematian. 4. Perayaan Natal dan Gaya Hidup Umat Advent Gereja Advent mempromosikan gaya hidup sehat, mengikuti aturan makanan halal dan haram berdasarkan ayat Alkitab tentang makanan, dan tidak menghambur-hamburkan uang secara berlebihan. Gaya hidup sehat itulah yang menyebabkan umat Advent menjadi vegetarian. Minuman beralkohol tidak diperbolehkan. Kopi, teh, cola dan minuman berkafein lainnya juga harus dibatasi. Selain itu, umat Advent memiliki sikap tersendiri terhadap cara berpakaian dan industri hiburan. Perayaan Natal, terutama di negara-negara maju, identik dengan pesta-pora semalam suntuk, minum alkohol untuk bersulang, makan berlebihan, dan kecenderungan untuk memakai pakaian dan perhiasan yang berlebihan. Ditambah lagi acara saling memberi hadiah, yang biasanya menjadi ajang saling pamer ”siapa yang memberikan hadiah terbaik / termahal”. Hal ini malah menyebabkan tumbuhnya kebiasaan buruk pada umat Kristiani. Pertentangan Gaya Hidup Umat Advent Belum lagi tradisi “Santa Claus” Sinterklas yang sebetulnya memang hanyalah legenda, tapi sangat dipercayai anak-anak Kristiani di seluruh dunia. Anak-anak tersebut berusaha untuk bersikap baik sepanjang tahun untuk mendapatkan hadiah dari Sinterklas pada malam Natal. Untuk mewujudkan “fantasi Sinterklas” tersebut, orangtua akan membeli hadiah Natal yang diinginkan anaknya dan meletakkan hadiah tersebut diam-diam di bawah pohon Natal pada malam hari, saat anak-anak tertidur. Orangtua dengan penghasilan pas-pasan bisa merasa sangat terbebani dengan hal ini. Hal-hal tersebut tentunya bertentangan dengan prinsip gaya hidup umat Advent tidak merayakan Natal, dan ini salah satu alasan mengapa mereka memilih untuk tidak merayakan Natal. Umat Advent juga mengajarkan pada anak-anak bahwa Sinterklas itu hanyalah legenda. Poin-poin diatas menunjukkan bahwa umat Advent tetap mengakui Natal, tetapi memilih untuk tidak merayakannya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tanggal yang pasti kapan Yesus dilahirkan di Alkitab, dan karena mereka tidak mau mengadakan pesta-pora yang berlebihan pada perayaan Natal. Jawaban Alkitab Paskah adalah perayaan orang Yahudi untuk memperingati peristiwa saat Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir pada 1513 SM. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memperingati peristiwa penting ini setiap tahun. Paskah diperingati pada hari ke-14 dari bulan Abib, yang belakangan disebut bulan Nisan.​—Keluaran 1242; Imamat 235. Kenapa disebut Paskah? Kata ”Paskah” berasal dari kata Ibrani yang berarti ”melewati”. Kata itu memaksudkan peristiwa saat Allah melewatkan, atau menyelamatkan, anak-anak sulung bangsa Israel sewaktu Allah membinasakan semua anak sulung di Mesir. Keluaran 1227; 1315 Tapi sebelum Allah melakukan hal itu, Dia menyuruh bangsa Israel untuk menyembelih seekor domba atau kambing, lalu memercikkan darahnya ke kusen pintu mereka. Keluaran 1221, 22 Allah akan melihat tanda ini dan ”melewati” rumah mereka, dan anak sulung mereka pun selamat.​—Keluaran 12​7, 13. Bagaimana Paskah dirayakan pada zaman Alkitab? Allah memberi petunjuk kepada bangsa Israel tentang cara merayakan Paskah yang pertama. a Beberapa hal yang dilakukan saat perayaan Paskah dicatat dalam Alkitab. Korban Pada hari ke-10 dari bulan Abib Nisan, setiap keluarga harus memilih seekor domba atau kambing yang berumur satu tahun. Lalu, pada hari ke-14, binatang itu harus disembelih. Pada Paskah pertama, bangsa Israel memercikkan darah binatang itu ke bagian kanan, kiri, dan atas kusen pintu rumah mereka. Mereka juga perlu memanggang seluruh bagian binatang itu dan memakannya.​—Keluaran 123-9. Makanan Selain makan daging domba atau kambing, bangsa Israel juga makan roti tanpa ragi dan sayur pahit pada perayaan Paskah.​—Keluaran 128. Perayaan Setelah Paskah, bangsa Israel mengadakan Perayaan Roti Tanpa Ragi selama tujuh hari. Pada perayaan itu, mereka tidak makan roti yang mengandung ragi.​—Keluaran 1217-20; 2 Tawarikh 3021. Pengajaran Saat merayakan Paskah, orang tua mengajar anak mereka tentang Allah Yehuwa.​—Keluaran 1225-27. Perjalanan Belakangan, bangsa Israel pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.​—Ulangan 165-7; Lukas 241. Kebiasaan lainnya Pada zaman Yesus, orang-orang bernyanyi dan meminum anggur saat perayaan Paskah.​—Matius 2619, 30; Lukas 2215-18. Kesalahpahaman tentang Paskah Kesalahpahaman Bangsa Israel memakan daging korban Paskah pada 15 Nisan. Fakta Allah meminta bangsa Israel menyembelih seekor domba tepat setelah matahari terbenam pada 14 Nisan dan memakan dagingnya pada malam itu juga. Keluaran 126, 8 Bangsa Israel menghitung satu hari mulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam. Imamat 2332 Jadi, mereka menyembelih domba dan memakan korban Paskah di hari yang sama, yaitu pada 14 Nisan. Kesalahpahaman Orang Kristen harus merayakan Paskah. Fakta Setelah Yesus merayakan Paskah pada 14 Nisan 33 M, dia memberikan suatu perintah baru, yaitu Perjamuan Malam Tuan. Lukas 2219, 20; 1 Korintus 1120 Sejak saat itu, Perjamuan Malam Tuan menggantikan Paskah. Perjamuan Malam Tuan diadakan untuk memperingati kematian ”Kristus, anak domba Paskah”. 1 Korintus 57 Nilai korban tebusan Yesus lebih berharga daripada korban Paskah karena tebusan Yesus dapat membebaskan manusia dari dosa dan kematian.​—Matius 2028; Ibrani 915.

kenapa advent tidak merayakan paskah